Tentu saja aku tidak takut karena aku sudah tahu skenarionya. Semalam dia sengaja membuat alasan ingin mengunjungi Rima padahal sebenarnya dia sudah meletakkan dompet yang berisi uang Ibu senilai Rp2.000.000 di bawah kasur tempat tidur kami. "Hmm, pria bodoh, dia tidak tahu bahwa kini aku tidak sebodoh dulu." Dia pikir aku d***u dengan mengajak ibunya untuk memeriksa rumahku. Aku tahu kak Yanto ingin mempermalukanku, dia tidak tahu bahwa aku sudah lebih dahulu mengatur langkah dibanding dirinya. "Ayo kita ke rumahmu," ujarnya sambil menarik lenganku dengan kasar. "Lepaskan, kau tidak perlu menyeretku, aku bukan binatang." "Tentu saja, tapi kau lebih licik dari siapa pun. Kau mencuri!" "Jika tidak terbukti, apa yang akan kau lakukan?!" tantangku. "Aku tidak takut untuk minta maaf

