Siang harinya. Baru saja keluar dari rumah ibu mertua, baru saja usai mengerjakan tugas rumah yang menumpuk, tiba-tiba mobil ambulans datang dan menurunkan Kak Yanto dari sana bersama dengan istri dan seorang putranya yang sudah duduk di bangku SMP. Mereka nampak setia menemani kepala keluarga mereka yang terlihat lemah tertidur di tandu ambulance. "Dik, segera ambil Rima, aku mau bantu Kakak," ucap suamiku sambil menyerahkan bayiku. "Iya, Kak._" dengan sigap kuterima Rima dipelukanku lalu menyaksikan Kak Aidil dengan cekatan membantu petugas ambulan menurunkan tandu dan membawa Kak Yanto masuk ke dalam rumahnya. "Kira-kira pria jahat itu akan berubah atau tidak ya, setelah mendapatkan musibah seperti itu?" Aku membatin sambil melihat proses pria yang diperban kepalanya itu dimasukkan

