Hanya karena seorang wanita asing, wajah cantik istrinya berubah menjadi tidak bersahabat. Mendiaminya meski dia tidak menanggapi perempuan asing tadi. Ah, istrinya yang pencemburu. Kalian tahu? Sangat menggemaskan sekali melihat wajah cemburu Xi Juan. Selama di perjalanan menuju istana pun, Pangeran Zhen selalu membujuk sekaligus menggoda sang istri. Hanya saja, wajah wanita itu terlalu kaku untuk sekedar membuat sebuah senyuman. Wanita cantik yang tengah cemburu itu mulai merasa terusik kala mendengar rintihan kesakitan Pangeran Zhen. "Kenapa?" Menahan senyum mendengar pertanyaan dingin nan acuh istri cantiknya. Pangeran Zhen memasang wajah paling kesakitannya sembari menyentuh punggungnya. "Punggungku kembali sakit, Xi." Wajah dinginnya Xi Juan langsung berganti dengan wajah khawati

