Menemukanmu

1045 Words
Baru tiga langkah Cinta berjalan, tubuhnya langsung menegang saat melihat pria yang bersama Intan membalikkan badannya kearah Cinta, Cinta langsung berbalik dan memegang dadanya, dia kembali melihat sosok pria itu untuk memastikan apa yang dilihatnya benar dan nyata, dan benar sosok pria yang bersama intan, yang bersikap mesra dan terlihat jelas jika sangat menyayangi Intan adalah suaminya "Mas Rafi..." reflek Cinta memanggil nama suaminya, dia syok melihat pemandangan yang dia lihat, dengan cepat Cinta membalikkan badannya dan langsung memegang dadanya, sesak yang dia rasa saat ini, sakit sakit sekali, melihat suaminya sendiri, bersikap mesra dan perhatian pada perempuan lain, dan ternyata perempuan itu adalah orang yang telah menolongnya Cinta berlari tanpa melihat arah, airmatanya terus mengalir dengan deras, hingga dia tak kuasa menahan tubuhnya dan berpegang pada sisi tembok dijalan yang dia lewati "Kenapa.. kenapa mas, kamu menghianatiku" "Yang aku takutkan kini benar benar terjadi, tapi kenapa disaat aku sedang membutuhkannya" Cinta menangis tersedu kini posisinya berjongkok di tepi trotoar jalan, dia sudah tak peduli dengan dirinya yang sudah menjadi tontonan setiap orang yang lewat, yang dia inginkan saat ini melepas rasa sesak yang teramat sangat, dan dalam beberapa menit Cinta tumbang tak sadarkan diri, tubuhnya terjatuh kesamping hingga seseorang menopangnya sesaat sebelum Cinta pingsan Didalam mobil mewah yang sedang berhenti karena lampu merah, seorang pria yang sedang duduk di pinggir pintu mobil sambil bersandar dikaca jendela dan memperhatikan situasi jalanan yang dia lalui, sosok pria yang kejam dan tak bermoral kini berubah lembut dan baik hati semenjak bertemu dengan ratu hatinya, pria itu tak lain adalah Arga. Tanpa sengaja mata Arga melihat sosok perempuan yang dia lihat dengan posisi berpegangan pada tembok dengan menangis dan tak lama terduduk sambil menangis. Awalnya ada rasa iba namun tak lama dia tersadar jika perempuan yang dia lihat mirip dengan sesorang yang dia cintai, tanpa berkata apapun pada Doni Arga langsung keluar dan menghampiri perempuan itu untuk memastikan apa yang dia lihat, dia berlari tanpa memperdulikan lampu lalulintas yang sudah berubah kewarna hijau, Doni yang melihat bos skaligus temannya tiba tiba keluar, segera memarkirkan mobilnya dipinggir jalan dan mengejar Arga Arga berhenti dan kembali berjalan menghampiri perempuan yang tak lain adaah Cinta wanita yang dia cari hingga membuatnya hampir gila, kini jantungnya berdetak kencang, rasa bahagia yang luar biasa melihat Cinta, namun tak lama rasa bahagia berubah menjadi panik saat melihat tubuh Cinta yang lemas dan hampir jatuh kesamping, tanpa memperdulikan tatapan orang disekitar dengan cepat Arga menangkap tubuh Cinta dan langsung menggendongnya Arga membawa Cinta masuk ke mobilnya "Boss, ada apa dengannya?" "Tidak ada waktu untuk menjelaskannya, cepat kembali kemobil, kita pulang" Dengan cepat Doni kembali kemobil dan membukakan pintu belakang untuk Arga yang sedang mengendong Cinta Arga masuk kedalam dan duduk tanpa memindahkan tubuh Cinta dari pangkuannya Doni masuk kedalam mobil dan melajukan kerumah, dilihatnya raut wajah Arga yang penuh kekhawatiran pada kondisi Cinta "Bos bukannya dia Cinta teman Anne sa.." "Ya, kau benar, dan diamlah, aku akan menceritakan nanti" jawab Arga datar namun tak menutupi rasa khawatir didalam dirinya. Donipun mengerti yang diinginkan Arga, dia kembali fokus berkendara agar dapat cepat sampai tuannya dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi Kini mobil Arga masuk kedalam gerbang rumah Arga dan berhenti tepat didepan pintu rumah. Arga keluar dari mobil dengan menggendong Cinta dan membawanya langsung kedalam kamarnya tanpa menghiraukan panggilan Doni dan sapaan pak Rusim kepala pelayan rumah Arga "Don, telp Damar, bilang segera datang kemari" Arga berteriak dari depan pintu kamarnya, dia enggan untuk meninggalkan Cinta yang masih belum sadar hingga saat ini "Ada apa denganmu Cinta, kenapa kamu sampai begini" ucap Arga lirih "Bangunlah sayang, kumohon" Arga menggenggam tangan Cinta tanpa mau melepasnya, masih terlihat raut wajah khawatirnya pada perempuan yang dicintai Tok..tok...tok Arga melihat kearah sumber suara ketukan, dan terlihat sorang pria tampan dengan menggunakan jas putih dan tas hitam ditangannya dengan wajah tersenyum lebar "Apa yang kau lakukan disitu, segera masuk" Damar langsung masuk setelah mendengar suara kencang Arga "Aku memanggilmu bukan untuk berdiri disitu" "Siapa dia Ga, ..." bukannya takut dengan teriakan Arga, Damar malah menanyakan siapa gadis yang ada di Kamar Arga bahkan di tempat tidurnya, pasalnya selama ini tidak ada siapapun yang dibiarkan masuk kedalam kamarnya apalagi tidur ditempat tidurnya "Diamlah, periksa dia, aku tidak ingin dia kenapa napa" Damar langsung mengeluarkan peralatan yang ada didalam tas yang digenggamnya, dia hendak memeriksa tanda vital Cinta namun terhenti karna suara lantang Arga "Hentikan... apa yang kau lakukan Damar, berani sekali kamu menyentuhnya" Arga memegang tangan Damar yang hendak menyentuh tubuh Cinta "Baiklah jika itu maumu, aku akan pergi" Damar menepis perlahan tangan Arga yang memegang kencang tangannya dan berdiri menuju pintu kamar "Mau kemana kau?!aku memanggilmu untuk memeriksanya" "Aku yang harusnya bertanya padamu Arga, apa maumu? kau mau aku memeriksanya kan?, bagaimana aku bisa memeriksanya jika menyentuhnya saja tidak kau perbolehkan, hei ...aku bukan tuhan yang bisa tau keadaannya hanya dengan melihat dari kejauhan" Damar menghela nafas sejenak "Jika kau ingin tau keadaan perempuan istimewahmu ini, maka biarkan aku menyentuhnya, ...eee maksudku untuk memeriksa keadaannya" ralat Damar setelah mendapatkan tatapan membunuh dari Arga "Cepat lakukan, dan ingat jangan melakukan yang berlebihan" ucap Arga tanpa mengalihkan pandangannya dari Cinta "Tenang bro, sepertinya perempuan ini sangat berarti buatmu, sampai samapi kau biarkan dia didalam kamarmu bahkan tidur di tempat tidurmu ..." "Ya.. dia sangat berarti buatku, sangat..." Arga memangdang Cinta dengan penuh Cinta, ingin rasanya membelai wajah Cinta namun ditahannya, saat ini Arga tau bahwa saat ini dia tidak boleh bersentuhan dengan Cinta, ya meskipun sebelumnya dia sudah melakukan yang lebih pada Cinta, itu dulu saat Arga buta akan agama, tidak saat ini semenjak kejadian itu Arga belajar agama lebih dalam dia ingin menjadi pantas buat Cinta Damar memeriksa tanda vital Cinta, cukup lama memang karena damar harus mengulangi pemeriksaan yang sama, ada suatu hal yang tidak diyakininya, setelah yakin Damar berdiri dari tempatnya dan mengajak Arga keluar dari kamarnya "Kita harus bicara" Damar menarik lengan Arga, namun yang diajak tak kunjung bergerak meninggalkan perempuan cantik yang kini terbaring lemah. Damar berbalik dan kembali berbicara pada Arga "Ga, kita harus bicara, tapi tidak disini, ini tentang dia" Damar menepuk pundak Arga dan berjalan keluar kamar, Arga berbalik melihat Cinta sejenak, lalu mengikuti Damar yang keluar kamarnya Arga membawa Damar keruang Kerjanya, Arga duduk di sofa yang ada didalam ruang kerjanya "Dia hamil..."
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD