25

3860 Words

Challista menghela napas. Dalam diam, dan dalam sunyinya kondisi mobil Ethan yang membawanya pergi menjauh dari kekacauan itu dan berhenti tepat di pintu masuk hotel berbintang milik keluarganya. Saat petugas vallet menghampirinya, bertanya apakah mobil ingin dibawa ke tempat parkir terbaik dan Ethan menolak secara halus bahwa dia hanya ingin mengantar Challista sampai ke tempat tujuan terdekat. "Kau mau turun? Atau kau—" "Aku akan tidur di sini, malam ini," balasnya pelan. Menyadari jika Ethan sejak tadi tidak melepas pandangan mata darinya. "Jika kutinggal, tidak apa?" Challista mendengus pelan. Sudut bibirnya tertarik ketika dia melirik pria itu dari sudut matanya. "Kenapa kau bertanya?" Ethan yang kali ini bungkam. Diam seribu bahasa. Matanya tampak gelisah dan saat dia mencoba m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD