41

1125 Words

"Kau tidak bekerja?" Ethan terkejut menemukan Rosie duduk di atas makam Wallius Dee. Gadis itu melamun, menatap batu nisan yang tulisannya mulai terkikis oleh musim. "Aku pulang lebih cepat," balas Rosie tanpa berpaling. "Mendadak aku merindukan kakakmu." Ethan menghela napas. Berjalan mendekat saat dia duduk di sebelah Rosie, yang diam-diam membersihkan makam Dee. "Dia sudah bahagia, kan?" Suara Rosie berubah. Dan Ethan menyadari ada rasa yang masih Rosie simpan untuk kakak laki-lakinya. Mungkin, rasa itulah yang membelenggu jiwa Rosie hingga dia tidak bersama laki-laki lain. "Rosie." "Sulit rasanya untuk jatuh cinta lagi, Ethan." Rosie memejamkan mata. Menahan pedih. "Setelah bertahun-tahun aku mencintai kakakmu. Hanya dia satu-satunya. Dan berat rasanya melepas dia pergi." Ethan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD