62

4992 Words

"Aku pulang." Diana mendengar langkah kaki berjalan cepat ke arahnya. Matanya menyipit menemukan sang ibu berdiri dengan senyum sembari memegang spatula dan celemek bergambar bunga matahari di tubuhnya. "Mama?" "Ya Tuhan, putriku sudah kembali," ujarnya lembut. Dia menunduk untuk menilai penampilan Diana yang masih baik-baik saja tidak kusut sedikit pun. "Kenapa kau naik bus umum? Diana, lain kali—" "Papa mengijinkannya, oke?" Diana terkekeh pelan saat gadis berusia enam belas itu menerjang sang ibu dengan pelukan. "Mulai sekarang, Mama tidak perlu khawatir. Anggap saja kita masih ada di Los Angeles dan Mama membebaskanku banyak hal selain harus mengabari Mama setiap waktu. Bagaimana?" Sang ibu menunduk, tersenyum lembut saat tatapan matanya jatuh membingkai di wajah manis putrinya. Se

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD