35

3228 Words

"Challista?" Challista tersenyum lemah mendapati Bibi Kana yang menyapanya di pintu masuk saat dia berkunjung ke rumah orangtuanya. Challista tidak aktif selama beberapa hari, tidak ada di perusahaan, tidak ada di hotel mau pun apartemen, dan bahkan Hana tidak tahu kemana atasannya pergi menghilang begitu saja. "Nyonya dan Tuan menunggu di dalam." Challista merasakan remasan tangan renta Bibi Kana di lengannya mengerat. Dengan senyum, dia mengangguk lemah. Meminta Bibi Kana untuk tidak mencemaskan dirinya. "Oke, aku pergi." Langkah Challista terasa semakin berat saat Bibi Kana menatap punggung itu nanar. Challista menghela napas panjang. Menemukan sang ayah tengah membaca majalah dan sang ibu yang memainkan tabletnya dalam diam. Mereka berdua tidak terlibat pembicaraan apa pun dan te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD