Forty Seven

2043 Words

Di sebuah kafetaria yang letaknya tidak jauh dari lokasi kantor, akhirnya Hansa dan Dhafin pun bertemu di tempat setelah sebelumnya Hansa sendiri lah yang menentukan tempat untuk pertemuan mereka. Sementara itu, Dhafin yang memang sudah setuju sejak awal untuk diajak bertemu dengan wanita itu pun lantas langsung bergegas mendatangi kafetaria tersebut dengan hati yang gembira dan wajah yang bersinar cerah pada awalnya. Akan tetapi, saat setibanya Dhafin di kafetaria itu, sinar cerah di wajahnya lantas mulai meredup tatkala mendapati raut yang murung sekaligus tegang yang justru malah sedang menghiasi wajah temannya itu. Membuat Dhafin sigap menghampiri dan mendudukkan diri di salah satu kursi yang posisinya saling berhadapan dengan Hansa yang kala itu bahkan seolah tak bersemangat untuk s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD