20

1644 Words

Ringga mematuhi nasihat Mir untuk menyamar. Sungguh sebuah kebetulan bangsawan itu mengadakan pesta jamuan. Bukan sembarang pesta jamuan. Semua undangan diperkenankan memakai topeng. Tentu saja, Ringga menyambut baik iktikad Clay.  Mir dan Ringga, mereka berdua mengenakan pakaian mewah khas bangsawan; kain indah yang dihias ornamen batu mirah, sarung tangan sutra yang membungkus indah jemari Mir dan Ringga, dan manset berhias sulaman benang emas.  Mereka berdua terlihat menawan.  “Benarkah seperti ini saja tidak masalah?” tanya Ringga. Dia mengenakan topeng berbulu hitam. Kedua mata hijau Ringga nampak tajam di balik topeng tersebut. “Aku masih meragukannya.” “Kita hanya perlu membaur,” saran Mir. “Apa susahnya?” Saat ini, Ringga dan Mir berada di kediaman sang bangsawan. Kuda milik m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD