Mata ketiganya langsung berpusat pada Zulfikar. "Ah! Lelaki miskin ini lumayan juga pamornya, menggandeng dua gadis cantik sekaligus." Zulfikar melihat pada dua gadis di depannya. "Tetapi kekasihnya hanya satu. Iya, kan, Gum?" Amirah langsung nyamber omongan Zul, dengan menggelayuti bahunya. "Tentu saja. Aku tidak asal gandeng gadis dengan sembarangan." kata Gumelar. "Itu? ada dua. Kenapa kamu masih bersama dia yang munafik ini, Ami?" Zul ingin memojokkan Gumelar. "Aku teman kampusnya." Ghea yang menjawabnya. Zulfikar melihat Ghea. "Kamu sangat cantik. Sementara dia lelaki yang gak punya apa-apa, tinggal di kampung, sudah punya kekasih pula. Mengapa harus mengikuti dia?" "Bukankah kamu juga tinggal dikampung, Zul?" tanya Amirah. "Aku tidak akan selamanya di kampung, dan aku tidak

