Walau sikap Fadlan agak kekanakan tapi ya wajar. Siapa yang tidak marah kalau melihat gadis itu masih sempat-sempatnya jalan dengan lelaki lain? Padahal ia sudah bilang agar gadis itu menunggunya di kos saja. Namun malah tertangkap basah makan bersama lelaki itu lalu jalan berdua menuju kos gadis itu. Andai Fadlan telat sedikit saja mungkin ia tak kan tahu persoalan ini. Kini giliran Fahri mengomelinya karena melihat bagaimana Fadlan meninggal-kan gadis itu begitu saja. Ia tahu kalau sahabatnya itu marah tapi bukan begitu caranya. Fadlan memang tak tahu bagaimana meng-hadapi perempuan. Ini benar-benar pertama kalinya. Namun ternyata, ego-nya malah membuat rumit masalah yang seharusnya bisa selesai. Terlebih Fahri bilang kalau gadis itu mengejarnya, itu artinya gadis itu meng-khawatirkannya

