Senyum Aanisah berkembang sempurna melihat kedatangan Desta di rumah Eki. Tadi Aanisah sudah pamit pada Eki kalau Desta akan datang ke rumah temannya itu. Aanisah mempersilakan Desta masuk dan keduanya bertamu di beranda rumah Eki. "Ini nggak ada tempat yang lebih layak gitu buat tempat kita kencan? Masa di rumah temen kamu mulu? Aku sungkan loh lama-lama," keluh Desta setelah menghabiskan waktu sekitar limabelas menit berduaan dengan Aanisah. Eki tidak mengganggu. Dia memilih mendekam di dalam kamarnya. "Katanya tadi nggak masalah nyamperin aku di rumah Eki? Sekarang kenapa ngeluh?" "Ya kan cuma nyamperin, nggak berarti ngabisin waktu di sini juga?" kesal Desta kemudian menekan kening Aanisah dengan ujung telunjuknya. Hal yang lama sudah tidak pernah dilakukan oleh Desta sem

