Aanisah menekan tepat di jantungnya. Debarannya masih terasa kuat padahal kejadian Desta mengecup bibirnya sudah berlalu sejak berjam-jam yang lalu. Bodoh! Kenapa juga dia menerima begitu saja perlakuan tidak sopan Desta itu. Seharusnya dia marah dan tersinggung, bukannya kembali ke kamar dengan kepala tertunduk dan wajah yang suhunya naik satu derajat di atas normal. Saat ini Aanisah malah memukul-mukul kepalanya sendiri, bukannya kepala laki-laki yang telah mencuri ciuman darinya tanpa permisi. Berlama-lama di kamarnya tanpa melakukan sesuatu lama-lama bisa membuat gila. Akhirnya dia memutuskan segera ganti baju dan akan pergi ke manapun asal tidak mendekam di kamarnya. Tidak...tidak! Aanisah tidak boleh menanam harapan lain di dalam hatinya. Ciuman tad

