BAB 37 KEMALANGAN BERUNTUN Gio tersadar dengan kehadiran Nyra di dalam pernikahannya tidak bisa membuat ancaman Hasan hanya angin lalu. Namun, kini pria itu hadir kembali. Selama ini Gio melakukan semua, semata karena hutang nyawa. Bodoh memang. Seharusnya Gio tidak menerima begitu saja niat Hasan dahulu. Gio jelas bukan orang miskin, dengan membeli seratus donor ginjal sejujurnya dirinya sangat mampu, tetapi dahulu Hasan tidak mau sepeserpun uang darinya. Sebagai gantinya Gio harus mau menerima Tasia sebagai sekretaris dan kekasihnya. Kemudian Belinda hadir di pindah tugaskan ke kantornya dari kantor pusat. Gio mengumpat pelan hingga mengagetan Belinda. Nyalinya langsung menciut melihat perubahan wajah Gio. “Apa dia tidak menyakitimu?” tanya Gio dengan cemas. “Tentu saja tidak, hanya

