BAB 21 HARUS TERIMA Lee berdiri menjulang di samping seseorang yang berdiri di depan seperangkat komputer dan peralatan canggih lainnya dengan menodongkan belati tepat di samping leher orang tersebut. “Ini adalah kali terakhir kamu berurusan dengan Tasia. Siapa lagi yang sudah kamu bantu selain dia?” Pria muda yang Lee tahu sebagai staf IT di kantor pusat perusahaan Handari itu menelan salivanya kasar dan gugup, balas menatap ke arahnya yang biasanya tampak sangat ramah, terlihat menyeramkan saat ini. “Cepat katakan sekarang dan serahkan dirimu ke kantor polisi atau aku habisi nyawamu saat ini juga.” Perkataan Lee penuh dengan penekanan. “Ada pria bernama Prastowo juga ikut andil dalam hal ini,” jawabnya dengan suara bergetar sangat berbeda dengan nada suaranya yang tegas setelah sel

