“Hahaha, Siyu kamu ada-ada saja. Halo, perkenalkan namaku Lulu.” Lulu berinisiatif mengulurkan tangannya kepada Du Qing lebih dulu dan lelaki itu segera menyambutnya sembari menggenggam tangan Lulu dengan lembut. “Namaku Du Qing.” “Apa kamu punya kriteria atau persyaratan khusus untuk calon pacarmu? Aku akan mencarikan yang sesuai kalau bisa,” sahut Lulu dengan hati-hati, lalu menatap Du Qing dan melanjutkan, “Aku kenal banyak wanita. Beberapa dari mereka bahkan belum menikah dan mereka cukup cantik.” Du Qing menghela napas dalam-dalam sambil melirikku. “Sebenarnya, aku punya alasan kenapa aku sudah lama tidak punya pacar. Ini juga merupakan rahasia kecilku. Tapi karena kamu ingin mencarikanku pacar, kurasa akan lebih baik jika aku menjelaskannya padamu dulu.” Hah? Du Qing punya sebua

