“Halo, Tante, namaku Tan Yutai.” “Halo, Yutai.” Tan Yutai masih duduk di bangku SMP, tapi sikapnya tampak begitu dewasa. Dia sama sekali tidak terlihat gugup ketika berbicara denganku. Sebaliknya, justru aku yang merasa tidak percaya diri, seolah bingung harus menjawab apa tatkala mendengar suaranya. Saat tatapan mata kami saling bertemu, mendadak aku jadi salah tingkah dan seketika wajahku memerah. Zhang Jingjing yang mendapati perubahan pada sikapku refleks menutup mulutnya dan tersenyum tipis. Lalu dengan cepat dia berkata, “Yutai, ini Tante Han Siyu. Kamu bisa memanggilnya Tante Siyu.” “Baiklah kalau begitu, aku akan memanggil Anda Tante Siyu.” “Bo … boleh. Yutai, kamu tampan sekali,” jawabku dengan sedikit imbuhan pujian untuk remaja ini. “Terima kasih. Aku sudah lama tahu soal

