“Uh …” Ternyata bermain sambil mandi sangat menyenangkan. Selain kesenangan fisik, aku juga mendapatkan kesenangan batin yang bisa membantuku melupakan pahitnya dunia untuk sementara waktu. Sekarang yang aku rasakan hanya sensasi kenikmatan dan kepuasan tiada tara, bahkan aku ingin melakukan lebih dari ini supaya mendapat kebahagiaan yang berlimpah. Pelan-pelan tanganku meluncur ke bagian bawah. “Tubuhmu benar-benar menggoda.” Aku mendengar suara di ujung telepon kembali berbicara. Suaranya terdengar makin berat dan makin terburu-buru. Aku bahkan bisa mendengar napasnya yang terengah-engah, suaranya juga mulai bergetar. Di saat bersamaan, suara yang khas itu membuatku makin bersemangat. Sejak aku bertemu dengan Liu Hairong untuk terakhir kalinya, tubuhku menjadi sangat sensitif, bahkan

