“Putriku diperiksa oleh dokter ini, tapi dia sama sekali tidak bisa mengatakan hasil pemeriksaan dengan jelas. Bahkan pada pemeriksaan sebelumnya kalian meminta dokter pria untuk memeriksa putriku. Rumah sakit macam apa ini?” Nada suara Mama meninggi satu oktaf, namun ekspresi sang direktur sama sekali tidak berubah. Dia tetap tersenyum. Dia segera mengedipkan mata pada dokter wanita yang ada di sampingnya lalu menyuruhnya cepat pergi. “Maaf, Bu, dokter ini masih baru di sini, jadi dia tidak tahu apa-apa. Mohon Anda jangan emosi. Silakan duduk dulu dengan tenang,” sahutnya. Setelah itu, sang direktur malah jadi lebih perhatian kepada Mama daripada aku, bahkan dia membantu Mama duduk di kursi. “Mengenai masalah dokter laki-laki, dia adalah seorang profesor medis paling berkompeten yang d

