“Apakah kamu terkejut? Masih ada bekas rasamu di situ. Rasanya enak sekali, hahaha.” Tawa mengejek terdengar dari ujung telepon. Hatiku tiba-tiba menjadi sesak. “Apakah kau mengawasiku?” tanyaku santai. Aku tidak punya cara lain untuk menebak siapa penelepon ini, kemungkinan besar dia adalah dokter Liu Hairong, atau mungkin Mu Heng, atau bisa juga orang lain. Otakku sudah panas dan tidak ada petunjuk sama sekali. aku tidak bisa menebak siapa orang ini. Semua ini sungguh menakutkan. Setiap hari aku dikelilingi oleh rasa ketakutan. "Kamu tidak perlu tahu, tapi aku sangat puas dengan yang terakhir kali itu. Apakah kamu sedang bersantai hari ini? Mari kita bersenang-senang bersama." Terdengar nafas terengah-engah dari orang ini, pasti orang ini sedang berimajinasi. Setelah beberapa detik

