Zhang Jingjing diam saja. Sejak tadi, dia terus-menerus menunduk sambil memandangi ponselnya, entah kepada siapa dia mengirim pesan. “Jika memang begitu, kupikir tak ada gunanya bagimu. Apa kamu tidak mau mempertimbangkannya lagi?” tanya pengacara itu sambil menatap Mu Yuan dalam-dalam. Sorot matanya dipenuhi dengan tatapan penghinaan. Sang pengacara tidak pernah membayangkan bahwa orang yang berada di hadapannya ini bukan saja monster buas, namun dia juga seorang pria yang tak tahu malu sekaligus b******n. Ekspresi wajah Mu Yuan tetap datar dan dingin tanpa sedikit pun menunjukkan rasa kasih sayang. “Tidak. Aku merasa aku sudah banyak berkontribusi untuk keluarga ini. Selama beberapa tahun terakhir ini, Han Siyu memang bekerja dan menerima gaji setiap bulannya. Hanya saja, penghasilan

