Bab 40 Kompromi Sang Dokter

1625 Words

Air mataku menetes. Kuambil cangkir itu dengan tangan gemetar. Di saat bersamaan, gambar di layar terlihat bergerak dan monitor pemindai detak jantung itu mulai menunjukkan kurva yang berfluktuasi lagi. Syukurlah. Jantungku kembali berdetak normal, dan mataku masih sembab dipenuhi air mata. Namun … tangisku mendadak berhenti. Mungkinkah … mungkinkah? Kutatap Liu Hairong dengan pandangan tak percaya. Aku mengerti mengapa dia membawaku ke sini. Rupanya begitu … Orang ini benar-benar b******n. Kugigit bibirku kuat-kuat hingga hampir berdarah. Aku merasa mendapat penghinaan tepat di depan wajahku. Sekarang aku tak bisa melakukan apa-apa. Aku merasa seperti seekor domba yang tinggal menunggu waktu untuk disembelih. Dia membuat tempat seperti ini untuk memancing agar aku datang? Aku tak ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD