Yi Cheng masih mencoba menghibur sambil membelai rambutku yang panjang. Sikapnya ini membuatku sangat tersentuh. “Yi Cheng, terima kasih. Aku sekarang sudah jauh lebih baik dan aku pasti akan kuat, jangan khawatir,” kataku dengan penuh rasa syukur atas kehadirannya di sisiku Yi Cheng mengedipkan matanya indahnya. Dia seperti bintang di langit yang selalu menerangiku setiap waktu. Wajahnya yang tampan bahkan membuat wajahku memanas tanpa kusadari. “Kak Siyu, izinkan aku menceritakan tentang masa kecilku. Mungkin dengan begini akan membuatmu lebih senang.” “Baiklah.” Aku berusaha keras menahan kedua sudut bibirku agar tidak tersenyum meskipun itu sulit. Karena kalau kupikir-pikir, penampilanku sekarang pasti sedang jelek, akan terlihat aneh jika tiba-tiba aku tersenyum. Kisah Yi Cheng

