“Wah. Dia bergerak-gerak. Ini sangat menakjubkan.” Beberapa teman sekelasku berseru dengan terkejut, membuat kelas yang tadinya hening mendadak menjadi ramai. Suara mereka terdengar sangat jauh dan pelan, seolah ada sebuah penghalang raksasa yang memisahkan aku dengan semua orang di dalam kelas ini. Hanya ada aku dan Jason di dunia kecilku ini. “Siyu, apa kamu merasakan sesuatu?” tanya Jason. Suara pria itu perlahan berhembus masuk ke telingaku. Aku menggelengkan kepalaku kuat-kuat. Apa yang bisa kurasakan? Satu-satunya yang kurasakan sekarang adalah aku benar-benar menginginkan pria ini. Aku begitu ingin menelannya hidup-hidup sampai ke tulang-tulang. “Mungkin ini karena masih belum waktunya untukmu. Tunggu sampai bayimu agak besar, maka aku bisa bermain denganmu seperti ini,” Jason m

