Aku benar-benar terkejut dengan antusiasme Direktur Lin yang datang secara tiba-tiba sehingga aku segera berkata padanya, “Tidak, tidak usah, Direktur Lin. Saya sudah sarapan.” “Perusahaan baru tahu tentang masalah yang menimpamu akhir-akhir ini. Jika kamu menemui situasi semacam ini lagi ke depannya, katakan saja padaku. Sepertinya aku seumuran dengan ayahmu. Bahkan jika aku tidak setua dia, kamu tetap bisa menganggapku sebagai keluarga. Apabila nanti kamu mengalami kesulitan, jangan dipendam atau disembunyikan, kamu harus percaya pada perusahaan. Percayalah juga padaku.” Aku buru-buru mengangguk karena malu. Aku pikir jika pemimpin perusahaan sampai membahas tentang masalah personal seperti ini, pasti mereka telah mencari tahu seluk beluk hal yang menimpaku kemarin dan mereka menemukan

