TA - 43

1624 Words

Sementara Vania sibuk seorang diri sembari menemani para tukang yang bertugas mengecat serta memberi sentuhan magis pada bagian dalam restorannya, seseorang baru saja masuk setelah membuka pintu kaca. Memamerkan senyum lebar menawan yang membuat Vania membeku. "Alena?" "Hai Vania," Alena menyapa riang, tampak bersinar di siang hari. "Cuaca sangat panas di luar. Aku beruntung karena masuk ke ruangan yang lebih dingin." "Tidak apa. Masuklah, di sini masih berantakan." "Aku paham bagian terberat dari membenahi sebuah ruangan," kata Alena ramah mencari tempat duduk dan membiarkan punggungnya bersandar. "Aku membawakan sesuatu untukmu." "Terima kasih," ucap Vania tulus. "Santai saja." Ditelisik dari segi manapun, Alena tampil cantik dengan potongan blus dan celana kain hitam yang berpadu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD