TA - 32

1126 Words

"Ada seseorang yang ingin bertemu." Fagan melirik dari lembaran kertas di atas meja. Sesaat dia berasumsi kalau Vania yang datang ke kantor. Namun realitanya berbanding, putri Perdana Menteri ada di sana berdiri pongah dengan aura manis mencoba mencari perhatian. "Siang yang terik di luar. Apa aku mengganggumu?" Perubahan Elin dari bocah pemalu menjadi sosok tidak tahu diri melesat cepat seperti luncuran bintang jatuh. Fagan tidak tahu kalau peran keluarga sangat berpengaruh dalam kehidupan individu setiap manusia. "Jika kau bicara penting, aku senggang. Semisal kau hanya mengulur waktu pergilah karena aku sibuk." Elin memperlihatkan senyum manis. "Ini sangat berarti bagi kita berdua." Fagan mengangkat alis penuh tanya. "Kau datang untuk ayahmu?" "Aku tidak mengerti dengan jalan pi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD