~Selamat membaca~ Sudah satu minggu sejak kejadian di mana Susi pernah menawarkan segelas kopi kepada Garen, hari ini gadis itu kembali melakukan hal yang sama. "Silahkan di minum tuan," setelah meletakkan segelas kopi buatannya, Susi mempersilahkan Garen untuk mencicipinya. Garen mengangkat wajahnya menatap Susi dengan tatapan dingin, laki laki itu melirik kopi buatan Susi seolah enggan. "Apa aku memintamu untuk membuatkan aku kopi?" sarkas Garen datar. Susi meneguk ludah kaku kala mendengar kalimat tanya sedingin tembok es tersebut. "Tidak tuan, tetapi saya merasa tuan pasti membutuhkan minuman yang bisa mengalihkan rasa kantuk dan lelah saat bekerja lembur di malam hari. Jadi, saya berinisiatif membuatnya tanpa di minta." Terang Susi memberanikan diri. Walaupun suaranya terdengar b

