Piciknya Corla

1095 Words

~Selamat membaca~ Garen mengusap wajah kasar setelah selesai mendengar penjelasan dari sang asisten. Seno meminta maaf karena kali ini dirinya benar benar telah terkecoh oleh pengalihan yang di lakukan oleh Giselle. "Boleh papa masuk?" Garen mengangkat wajahnya kemudian mengangguk lesu. Hidayat langsung menutup pintu setelah ia masuk ke dalam ruang kerja sang anak. "Ingn berbagi cerita?" tawar Hidayat menatap putranya yang tampak gusar. "Aku bahkan tak tau harus memulai kisah dari mana," ucap Garen terkekeh hambar. "Mungkin kita bisa memulai dari alasan wajah murung mu saat ini. Papa tak akan memaksa, tetapi bila sesuatu terjadi di luar kendalimu, maka berbagi adalah satu satunya jalan untuk menemukan solusi yang di butuhkan." Tutur Hidayat menawarkan sebuah pencerahan bijak. Garen b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD