~Selamat membaca~ "Laki laki itu sakit jiwa! bisa bisanya dia membawa selingkuhannya ke rumah tanpa sedikitpun memikirkan perasaanmu." Nuri berkomentar dengan nada menggebu gebu. Wanita itu tampak marah setelah mendengar cerita sang sahabat tentang keadaan rumah tangga saat ini. Padahal Serena hanya sekedar bercerita untuk melegakan rasa sesak yang menghimpit rongga dadanya. Siapa sangka reaksi Nuri begitu mengejutkan. "Sudahlah jangan buang buang energimu hanya untuk memaki Garen. Garen bahkan sudah mengingatkan akan posisiku di rumah itu. Artinya pernikahan kami memang tak lagi bisa untuk di selamatkan." Tandas Serena tampak lebih tenang. Nuri menggeleng cepat melihat bagaimana santainya Serena menanggapi ketidakadilan yang ia dapatkan dari suaminya. "Rumah itu di hadiahkan kakek Su

