45. Nathan Harus Apa?

1013 Words

Dengan mengendap-endap, Nathan akhirnya sampai juga di depan pintu kamarnya. Meski begitu khawatir dengan kondisi Helen, namun dia tidak mungkin langsung berlari ke arah Helen. Nyatanya keadaan benar-benar gelap.  "Tante!" Nathan perlahan memasuki kamarnya matanya berusaha memindai isi kamar, tapi sayang kondisinya terlalu gelap untuk mengetahui di mana Helen. "Tante!" Pemuda itu terus berusaha memanggil nama Helen, berharap gadis itu segera menyahut. "Tan--." Nathan menajamkan telinganya, dia seperti mendengar suara isakan. Sangat lirih hingga di sendiri tidak bisa mengetahui dari mana asalnya. Nathan semakin melangkah maju. "Aduh ...!" Nathan merasakan perih di ujung jari kakinya karena menyandung sesuatu. Nathan meringis dan berhenti sejenak. Entah apa yang ditendangnya. "Tante, lo

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD