Persiapan Nanti

1375 Words

Untukmu yang selalu kutatap dalam cermin Terima kasih untuk selalu bersabar Selalu bertahan dalam kondisi apa pun Kamu manusia hebat! *** Embun merasa jengah dengan sikap Al yang menurut dia keterlaluan. Sangat kekanak-kanakan, berusaha menunjukkan kemesraan di depan orang lain. Bagi Embun, kemesraan itu untuk dinikmati berdua, bukan dipamerkan. Itu bukan konsumsi umum. “Mas, aku berangkat kerja dulu, ya? Terima kasih banyak untuk hari ini. Nanti saling berkabar lagi.” Embun sedikit merasa bersalah pada Pandu atas sikap Al yang kekanakan. “Iya, Mbun. Nanti aku kabari lagi. Sepertinya, aku masih harus menyiapkan ulang semua perjanjian dari hasil diskusi kita beberapa hari ini.” Pandu tersenyum. “Aku permisi dulu, ya. Aku mau mampir ke kantor sebentar.” “Hati-hati, Mas,” ucap Embun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD