Tiga puluh enam

1475 Words

"Sampai di sini, ada yang ingin ditanyakan?" lontar Nugie menatap seluruh mahasiswanya yang duduk di masing-masing kursinya. Berharap, seseorang mengacungkan tangan sekaligus bertanya perihal materi yang sesaat lalu sudah ia terangkan secara rinci. Hingga tak lama kemudian, sebuah telunjuk pun teracung sempurna di tempat duduknya. "Ya, Zevana?" ujar Nugie menyebutkan nama si pemilik telunjuk tersebut. Semua perhatian, kini terpusat ke arah kursi yang Zevana duduki. Sementara itu, di sisi kanan Zevana, ada Tara yang sedang menyembunyikan wajah di balik bindernya. Dia sangat berharap kalau bel pertanda mata kuliah Nugie habis segera dibunyikan. Akan tetapi, sepertinya keberuntungan tidak sedang berpihak. Pasalnya, suara Zevana justru sudah lebih dulu menggema melontarkan sebuah pernyata

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD