Lima belas

3092 Words

Zevana Pov Aku membuka mataku serta mengerjap, sedikit asing dengan langit-langit putih tulang yang ku lihat lurus dari arah pandangku sekarang. Sedikit aneh. Seingatku kamar yang biasa ku tempati bersama Rumy di rumah langit-langitnya berwarna cream tua. Tapi kenapa sekarang jadi berubah? Apa Rumy mengecat ulang kamarnya? Aku menguap sejenak. Mengucek mataku agar lebih jelas lagi dengan penglihatanku pagi ini, lalu melirikkan mataku ke sisi kiriku. Aku terkesiap kaget saat mendapati punggung telanjang Rumy yang lebar dan menggiurkan. Oh Tuhan! Otak mesumku kembali nampak ke permukaan. Tidak! Tidak! Tidak! Aku tidak boleh mempunyai pemikiran seperti itu. Lagi pula sejauh ini Rumy juga tidak pernah menampakkan keinginannya untuk memilikiku. Jadi sangat tidak wajar kalau aku mengi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD