Latar Belakang Mia

1041 Words
" kamu gimanasih bisa sampe main ke clubbing clubbing gitu ? sampe minum minuman yang bikin mabok gitu ? emang enak ya sensasinya kalo lagi mabok? " sambung Nia dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Mia. " jangan keras keras ngomongnya Ni , nanti ibumu denger " ucap Mia sambil menyuruh Nia agar tidak bersuara tidak terlalu keras. " eh iya lupa hehehe " ucap Nia dengan sedikit tertawa. " kita jalan keluar aja yuk sekalian aku ceritain gimana aku bisa begitu " ucap Mia sambil mengajak Nia untuk jalan kelaur . Nia beranjak dari tempat duduk nya untuk meminta izin keluar bersama Mia ke ibu nya . " bu Nia mau keluar dulu ya cari jajanan " ucap Nia sambil minta izin kepada ibu. " oh iya hati hati kamu kalo bawa motornya " ucap ibu dengan sedikit menasehati Nia . " enggak kok bu aku diboncengin sama Mia " ucap Nia. " ya harus tetap hari hati meskipun siapapun yang bawa motornya " ucap Ibu . " iya bu ok aman kok hehehe " ucap lagi Nia meyakinkan ibunya. " yaudah Nia sama Mia jalan dulu ya bu , assalamualaikum " ucap Nia sambil mencium tangan ibu. Nia dan Mia langsung bergegas menuju motor yang diparkir dihalaman rumah Nia . " mau kemana emang nya Ni ? " tanya Mia . " ke taman kota aja Mi , gimana ? mau enggak? " ucap Nia sambil menawarkan untuk pergi ke taman kota. " ah ya boleh atuh neng " ucap Mia . Kemudian mereka berdua menuju ke taman kota yang jaraknya 45 menit dari rumah Nia .dan sesampainya di taman kota , mereka berdua langsung duduk di pinggiran taman kota lalu memesan minuman. " kamu mau pesen apa Ni? " tawarnya Mia kepada Nia. " cappucino aja deh " ucap Nia. Lalu Mia memanggil tukang warung . " mba cappucinonya 2 ya pake es " ucap Mia . setelah mereka memesan minuman lalu mia menjelaskan kepada Nia tentang bagaimana kehidupan Mia bisa masuk kedalam dunia gelap itu . " tadi kan kamu nanya sama aku kenapa aku bisa mainnya ke clubbing dan mabok mabokan gitu , nah aku jelasin deh sekarang , emm mulai darimana ya aku bingung hehehe " ucap Mia dengan merasa kebingungan . " yeeh kamu gimana sih aku udah mau dengerin serius kamu malah bingung " ucap Nia. "jadi gini , aku sering main ke clubbing aku dulu stress dirumah bahkan bisa dibilang sampai sekarang aku masih ngerasain stress , stress karena ibu dan ayah aku berantem terus dan kemudian mereka pisah , lalu aku sekarang tinggal di rumah ibu dan kadang tinggal dirumah ayah begitupun semau aku mau dimanapun aku tinggal mereka kayak say hello aja sama aku tanpa adanya perhatian , lalu aku untuk pelarian agar tidak stress akhirnya aku datang dah tuh ke clubbing sendirian dan pas pertamanya sih takut untuk minum alkohol dan sekali nyobain bikin ketagihan bahkan sampai sekarang aku masih sering ke clubbing dan minum minum alkohol begitu" jelasnya Mia kepada Nia. Nia mendengarkan dengan begitu seriusnya kisah hidup yang dialami Mia lalu tak lama kemudian pesanan minuman merka berdua datang. " permisi ini minumannya cappucino 2 neng " ucap ibu penjual minuman tersebut . " oh iya benar bu , makasih ya " ucap Mia dengan melemparkan senyum. " iya ibu makasih ya " lanjut Nia mengucapkannya sambil melemparkan senyum juga. kemudian Mia langsung melanjutkan ceritanya setelah minumannya datang. " sebenernya aku pengen kaya anak anak lain dapet perhatian lebih dapet kasih sayang yang cukup , bagiku materi tuh kayak hal yang enggak penting buat aku , kenapa aku ngomong begini karena yang aku butuhin tuh kasih sayang orang tua , coba aja kamu bayangin nih tiap pagi pas aku bangun tidur cuma bisa ketemu kedua orang tuaku , selebih nya ketika ibu dan ayah aku pulang kerja , aku pengen cerita ataupun sharing ke ayah atau ibu selalu jawabnya mengeluh kelelahan .nah disitu aku mulai ngerasa kurang akannya kasih sayang dari kedua orangtuaku , bahkan pas tadi aku kerumah kamu pulang sekolah langsung dapat salam hangat dari orangtua kamu Nia aku ngerasa kayak dapat pukulan besar kayak perumpamaannya gini , kok kamu bisa sih kok aku enggak " jelasnya Mia dengan mata yang berkaca kaca . setelah penjelasan Mia lalu Nia mengambil tissue yang berada tidak jauh dari jangkauuannnya. " kamu kuat kok " ucap Nia sambil mengelapkan air mata Mia yang menetes. " makasih ya Nia " ucap Mia sambil menangis merasakan pukulan keras yang ada digejolak batinnya. " aku mau cerita ke siapapun orang orang dirumahku juga pada enggak peduli Ni , aku mau cerita ke penjaga kebun ataupun pembantu dirumahku mereka pada sibuk dengan kerjaannya masing masing " ucap Mia dengan penuh penyesalan . " ya kan mereka juga punya kesibukan kalo mereka cuma dengerin cerita kamu setiap hari nya , kerjaan mereka bakal berantakan dong " jelasnya Nia sambil menenangkan Mia yang sedang bersedih campur kesal. " kalo ada apa apa ataupun segala sesuatu yang mau kamu ceritain , cerita aja ke aku Mi " sambungnya Nia . " iya Ni makasih ya udah mau dengerin cerita aku gimana aku bisa sampe bandel kayak begini " ucap Mia. " iya sama sama kok , yaudah diminum dulu itu esnya ntar jadi gak enak kalo kelamaan enggak diminum "  ucap Nia sambil menyuruh minum minuman yang tadi dipesan beberapa waktu lalu . " nanti kalo ibu kamu pulang kamu peluk ibu kamu sambil minta maaf kalo kamu ada salah " ucap Nia . " untuk apa aku minta maaf " ucap nya Mia dengan nada yang tinggi . " et jangan nge-gas gitu dong kamu kan udah ngelakuin hal yang salah kayak datang ke clubbing sama mabok mabokan dan ibu kamu mana tau kamu begitu diluar mending sebelum ibu kamu tahu , kamu minta maaf terlebih dahulu " jelasnya Nia .  " iya sih yaudah bakal aku lakuin nanti deh , kalo aku enggak lupa hehehe " candanya si Mia . " dasar kamu lagi begini masih aja bisa bercanda ya " ucap Nia . " yaudah yuk kita pulang " ucap Mia sambil mengajak pulang . mereka berdiri dari tempat duduknya dan membayar pesanan minuman yang dipesan tadi lalu pulang menuju rumah Nia .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD