Penyesalan seorang Nia

1054 Words
" jangan liat orang dari covernya Nit " ucap Nia . " lho aku enggak liat orang dari covernya " ucap Nita . " cover aku aja begini bengkak masa liat orang juga dari cover nya yang ada aku enggak berkaca sama diri aku sendiri dong " sambungnya ucapan Nita sebelumnya . " ya itu tadi kamu ngejudge kalo Mia anak clubbing dibilang anak nakal , nyatanya tadi kan yang bayarin perawatan pengobatan kamu dia " ucap Nia. " ya iya sih dia kan juga anak orang kaya " ucap Nita . " emang anak orang kaya cuma kan kita enggak boleh ngejudge si Mia anak nakal gini gini lah " ucap Nia . " aku pernah diceritain sama dia kalo dia itu begitu , maksudnya sering ke clubbing keluar malam pulang pagi karena orang tuanya kurang ngasih perhatian sama Mia akhirnya si Mia cari hiburan dan ngelampiasin ke clubbing " jelasnya Nia . " iya aku taunya dia nongkrong di clubbing doang cuma kalo orang tuanya broken home gitu aku juga kurang tau dah . " ucap Nita. " ya ini kan sekarang kamu udah tau jadi kamu jangan cerita ke siapapun apalagi temen sekelas yang notaben nya teman teman baru kita semua " ucap Nia sambil memberikan saran kepada Nita. " iya aman kok itu " ujar Nita sambil meyakinkan Nia. " rumahmu dimana lagi dari lampu merah depan ? " ucap Nia sambil membuka obrolan yang lain . " lurus terus sekitar 500 meter dari lampu merah puter balik , di sebelah kanan jalan rumah aku Ni " ucap Nita sambil menjelaskan arah menuju rumahnya . " lumayan jauh juga ya rumah kamu kalo dari rumah kamu kesekolah kisaran satu jam ada enggak tuh ? " ucap Nia sambil menunggu lampu merah berganti menjadi lampu hijau . " ya enggak lah cuma setengah jam paling lama itupun kalo macet dan paling cepet 20 menitan itu kalo lagi renggang jalanan " ucap Nita menjelaskan waktu yang ditempuh dari rumahnya menuju ke sekolah . " kok ini lama ya arah ke rumah kamu " ucap Nia . " ya gimana enggak mau lama ini kan kita abis dari klinik " ucap Nita. " hehehe oia ya " ucap Nia sambil tertawa kecil. " kamutuh kadang punya otak dipajang doang " ucap Nita sambil meledek kepada Nia . " mending otak otak ya bisa digoreng sama dimakan hehehe " balasnya Nia sambil meledek dirinya sendiri. " aku enggak ngomong begitu ya , kamu sendiri tuh yang ngomong , eh itu udah lampu hijau gas Ni " ucap Nita sambil menunjuk ke arah lampu lalu lintas memberi tahu kepada Nia bahawa lampu sudah berwarna hijau . " sabar Nit ini aja motor yang didepan kita belom ngengas , mau emang nabrak lagi kaki kamu masih pincang gitu " ucap Nia sambil menoleh ke belakang dan memegang kakinya Nita yang baru saja tadi mengalami kecelakaan. " et jangan dong teman macam apa kamu , wooo " ucap Nita sambil memegang tangan Nia yang hendak mencengkram kaki Nita. selagi asik ngobrol dari kejauhan terdengar suara Mia memanggil meneriaki Nia dan Nita. " woi Nia , Nita sini " ucap Mia sambil meneriaki mereka berdua memberi tahu jalan menuju rumah Nita. " nah iya itu ikutin aja si Mia Ni udah mau sampe kok rumah aku " ucap Nita sambil mengarahkan jalan . " oke siap " ucap Nia sambil memacu sepeda motornya menuju rumah Nita yang tidak jauh lagi . setelah mengikuti Mia, akhirnya Nia dan Nita sampai di rumah Nita yang sudah ditunggu tunggu oleh orang tua Nita . " assalamualaikum bu " ucap salam Nita kepada orang tua nya . " assalamualaikum bu " lanjut Nia mengucapkan salam kepada orang tuanya Nia . " waalaikumsalam " balas kedua orang tua Nita . " masuk dulu ke dalam nak " ucap ayah Nita sambil mempersilahkan Nia dan Mia untuk masuk . " iya pak terimakasih " ucap Mia sambil menerima ajakan ayah Nita untuk masuk kedalam rumah . Nia dan Mia masuk kedalam rumah Nita dan duduk di ruang tamu yang diikuti dengan Nita dengan kondisi yang masih tidak dalam keadaan baik baik saja dibagian kakinya . " sebelumnya , saya sebagai orang tua Nita mengucapkan terimakasih kepada kalian berdua neng Nia dan neng Mia sudah membantu Nita dari kecelakaan yang dialaminya " ucap ayah Nita sambil mengucapkan terimakasih kepada Nia dan Nita.  " iya pak sama sama " jawabnya Mia. " ini salah saya pak, maafin saya ya pak buat Nita sampe kecelakaan gini " ucap Nia sambil menyesali kejadian yang terjadi . " kenapa kamu bilang seperti itu neng Nia ? " tanya nya ayah Nita . " jadi kronologinya begini pak , aku mendapatkan pelecehan di mall , dan selesai pulang dari mall , ditengah jalan aku melihat pelaku yang melecehkan aku dan aku langsung respon untuk mengejarnya dan si Nita dari belakang ikut ngejar itu pelaku , ketika udah berdekatan dengan pelaku , si Nita di tendang sama pelakunya pak " jelasnya Nia . " andai saja saya enggak teriak dijalan karena ketemu sama itu pelaku, mungkin Nita enggak akan kenapa kenapa sekarang " ucap Nia sambil terus menyesali kejadian yang sudah terjadi . " hehehehehe " sedikit tertawa ayah Nita mendengar penjelasan dari Nita. " kenapa ketawa pak ? kronologinya lucu yak pak ? maaf banget pak kalo gitu " ucap Nia yang kebingunan mendengar ayah Nita tertawa. " bukan lucu cuma lebih positif aja ketimbang perempuan yang suka berantem atau kalo misalnya laki laki tuh tawuran antar sekolah, ayah lebih baik Nita jatuh karena ngejar pelaku pelecehan yang kamu alami daripada berantem babak belur sama temen sendiri disekolah " jelasnya ayah Nita. " kenapa begitu pak kan sama aja kekerasan ? " tanya nya Mia. " ya karena itu hal yang positif , meskipun konotasinya sama yaitu kekerasan , cuma cara kita melakukannya " jelasnya ayah Nita. " berarti aku gapapa dong kalo dijalan ngejar ngejar pelaku apapun itu bentuknya ? " tanya Nita kepada ayahnya . " ya gapapa asalkan kamu harus situasional " jelasnya ayah Nita. " situasional gimana pak? " tanya Mia . " situasional dalam artian kamu harus tau situasi kalo yang ngejar pelakunya rame ya kamu enggak usah ngejar dan kalo yang ngejar enggak ada, kamu harus ngejar itu pelaku " jelasnya lagi ayah Nita. 
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD