Bab 49

1017 Words

Malam sudah tiba saat di mana, Adrew benar-benar harus bertemu dengan Jemima. Dia melirik jam tangannya sudah hampir jam 8 malam. Mereka berdua sepakat akan bertemu di sini, di kafe favorit mereka berdua. Sayangnya sudah hampir 30 menit, Jemima belum sampai. Andrew memilih untuk berfikir positif. Mungkin dia dilanda kemacetan atau hal lainnya. Tak lama kemudian, Jemima datang. Dia langsung duduk di depan Adrew. "Maaf telat, tadi lift di apartemenku tidak berjalan dengan baik," ujar Jemima. Andrew mengangguk. Hening. Kedua tidak saling berbicara, mereka hanya diam. Adrew meminum juz yang ada di depannya. Jemima pun. Mereka berdua sangat canggung. "Hem." Adrew ingin memulai topik. "Aku sudah terlalu dewasa, untuk malu-malu terhadapmu, Jemima." Adrew menatap ke arah Jemima. "Tapi ka

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD