Jemima mengusap wajahnya kasar lalu kembali ke kasurnya untuk beristirahat. Jemima menatap langit-langit kamarnya. Merasa haus akhirnya dia mengambil gelas yang berisi air, tak sengaja ia menjatuhkan karena tangannya yang masih basah. Jemima mengambil pecahan itu, tak sengaja pula tangannya teriris salah satu pecahan itu, membuatnya meringis pelan. Bisa mengambil tisu dan mengobati lukanya sendiri. Pecahan itu, dia biarkan seperti itu. Mungkin esok dia akan membersihkannya. Terlalu lelah dengan dunia yang membuatnya terlalu membuang tenaga, pikiran dan perasaan. "Selamat malam, dunia." Jemima menutup matanya perlahan lalu masuk ke alam mimpinya. Berbeda dengan Adrew, berada di tempat yang akan membuat dirinya menghilangkan semua kekesalan dan kemarahannya. Dia sempat meminum beberapa

