Angel membulatkan matanya mendengar permintaan Bella, tidak biasanya anaknya meminta dijodohkan. Namun kali ini dia bisa melihat dari sorot mata teduh Bella, anaknya sudah pasrah rasa ingin dijodohkan. “Yasudah, Mama pilihkan kamu, tapi janji jangan menolak siapapun itu. Gimana?” “Oke, setuju Ma.” Bella dengan semangat tersenyum kepada Mamanya, kalau sudah pilihan orang tua, sudah pasti yang terbaik untuk anaknya bukan? Jovic masih merasakan gundah jika tidak bertemu dengan Bella, dia memilih berangkat menuju apartemen Bella, ingin menatap wajah Bella walau hanya sejenak. Baru saja sampai di depan pintu apartemen Bella, Jovic menghentikan langkahnya, dia membalikkan badan, jam menunjukkan sebelas malam, tidak mungkin dia bertamu selarut ini. Dia merenung di dalam klub malam, merenu

