Bella menghela napasnya pelan. "Enggak, kita enggak ada masalah kok. Cuma Bella aja yang mau ketemu sama kalian, Bella rindu banget," ujarnya lalu masuk ke dalam pelukan Angelina. Angelina mengusap kepala Bella, berharap apa yang dikatakan anaknya ini memang sebuah kejujuran bukan sebuah kebohongan untuk menutupi kesedihannya. Tapi Angelina paham, Jovic adalah orang yang baik. Dia tak mungkin menyakiti Bella—anaknya. Di sisi lain, Jovic dengan wajah yang sangat sulit diartikan. Tangannya mengepal erat, dia memukul dashboard mobilnya, dia memijit pelipisnya yang terasa sakit'. "Kamu berbohong," ujar Jovic. Dia langsung menyalakan mesin mobil dan menginjak pegal gasnya, berusaha meredam emosinya kenapa dirinya menjadi gila seperti ini. Padahal dirinya yang cuek ini berusaha memancing B

