44. Kejutan Untuk Ankala

1650 Words

Di keramaian, aku merasa sepi. Aku berdiri seperti bayangan yang tak memiliki sosok. Seluruh dunia tertawa, Bukan menertawakanku, tapi juga bukan untukku. Perlahan semua tawa itu meruntuhkan dadaku sendiri. Bibir tersenyum, namun hati berongga, Dan ya ... seperti biasa, aku harus menutupi pedih, Yang tak boleh diketahui siapa pun. *** Hari ini Ankala resmi pulang ke rumah keluarga itu setelah beberapa tahun tinggal di apartmen ibu kota. Dia tiba di sore hari, dijemput oleh sopir keluarga. Sementara di rumah, Diana sudah menyiapkan pesta kejutan untuk cucunya. Taman belakang rumah Prabu saat sore hari memang tampak lebih indah dibanding waktu yang lain. Matahari yang bersiap tenggelam di balik pepohonan, menyorotkan cahaya jingga yang memantul di permukaan kolam renang pribadi.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD