Aku tidak menikah dengan gegap gempita, Tidak dengan janji yang diteriakkan dunia. Aku menikah dengan tenang, Dengan seorang yang tahu hancurnya aku, Namun memilih tetap bersamaku. *** Paris pagi itu tampak begitu indah, udara yang terasa lembut seperti sudah diatur sedemikian rupa. Langit berwarna biru pucat, biru yang membawa ketenangan. Warna yang memberi ruang bagi siapa pun untuk bernapas lebih dalam. Awan tipis bergerak perlahan, berarakan seperti domba putih yang begitu suci, seakan tahu bahwa hari itu bukan hanya tentang mereka, namun juga tentang dua manusia yang telah menempuh jalan panjang untuk bisa sampai di titik ini. Di sebuah taman kecil tak jauh dari sungai Seine, pernikahan sederhana itu berlangsung. Taman itu bukan taman terkenal yang sering muncul di foto-foto

