Aku tidak tahu seberapa banyak luka, Yang masih menunggu kita di depan sana, Namun aku selalu tahu satu hal, Bahwa aku akan tetap tinggal, Bahkan saat semua orang memilih pulang. *** Beberapa minggu setelah kecelakaan itu, dunia terasa berjalan melambat. Tidak lagi berlari seperti hari-hari sebelumnya yang penuh kehilangan, tidak pula terasa sunyi dalam penantian. Hidup berjalan dengan pelan dan hati-hati, namun sangat nyata. Pagi itu, Ankala berdiri di dekat jendela besar rumah yang kini terasa jauh lebih lengang. Cahaya matahari terasa begitu lembut, memantul di lantai marmer yang dulu selalu sibuk oleh langkah Diana, suara Prabu dan pembicaraan ringan di ruang keluarga. Kini, rumah itu sunyi. Bahkan terlalu hening untuk disebut rumah dengan banyak orang yang bekerja di dalamny

