67. Cahaya Yang Datang Bersama Kehilangan

1834 Words

Ada kebenaran yang tak boleh diucapkan, Bukan karena dusta, melainkan karena cinta. Aku akan tersenyum saat kamu melihat lagi, Meski hatiku hancur tiap kali mengingat siapa yang memberimu cahaya itu. Biarlah aku yang memikul rahasia ini, Selama kamu bisa memandang dunia ... lagi. *** Beberapa hari kemudian. Hujan tipis membasahi jendela rumah sakit sejak pagi. Tidak deras namun tidak benar-benar reda. Seperti gerimis yang memberi tanda tentang duka yang menyelimuti hari-hari berat belakangan ini. Di sebuah ruang rawat yang terlihat tenang. Ankala terbaring dengan napas teratur. Mesin-mesin di sekelilingnya berbunyi pelan, stabil. Perban putih masih melingkari matanya, membalut rapat sepasang mata yang selama ini terasa gelap. Zevana duduk di sisi ranjang sejak pagi-pagi sekali.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD