Semua seakan tak mungkin terjadi jika jendra mampu berpikir dengan lebih jernih lagi mengenai bagaimana ia harus bertindak semestinya. Ia memusatkan pikiran nya untuk menyusun kata perkata agar ia bisa mengungkapkan semua kepada putra. Entah apapun nanti keputusan putra , jendra akan berusaha menarimnanya karena semua ini memang lah kesalahan nya. Sudah hampir seminggu jendra memikirkan nya , dan ia meneguhkan keputusan nya untuk menemui putra dan menceritakan semua nya kepada putra. Dari beberapa cerita sifa , Putra terlihat begitu berbeda tidak seperti yang pertama kali mereka bertemu. Ia lebih memilih diam dan tidak terlalu terbuka dengan sifa , Cuma putra masih begitu professional dalam pekerjaan nya. Dan jendra pun juga meminta bantuan kepada sifa agar bisa bertemu dengan putra

