Di malam itu kedatangan doni dan siska meninggalkan banyak pertanyaan pada juan , doni yang tidak pernah mempermasalahkan hubungan dengan wanita mana pun kenapa ini sampai doni rela mati-matian membela siska. Faira mengajak siska ke kamarnya untuk berganti pakaian , karena sungguh sangat berantakan sekali kondisi siska saat ini, faira pun tidak berani berkata apa-apa hanya mampu diam. Di dalam ruang tamu masih menyisakan juan dan doni , juan yang masih memberi obat merah pada luka doni benar-benar tidak mendapat jawaban atas pertanyaan pada pikiran nya sendiri. “ apa yang kamu resahkan “ kata juan yang melihat doni sahabat nya seperti orang yang sangat butuh tempet untuk meluapkan semua emosinya. Juan sangat mengerti sifat doni , sangat sungguh di luar nalar juan jika doni bisa sampai

