Vano mengacak-acak rambutnya ketika ia memikirkan ulang apa yang sedang terjadi di kepalanya. Percakapan dengan Bara waktu itu benar-benar membuka mata Vano bahwa sekarang ia menyesal. Harusnya ia tidak gegabah dengan cara menyerahkan harta berharganya di bahagiakan oleh Bara. Sekarang, ia benar-benar terluka mengetahui bahwa Bara mulai menarik simpati gadisnya. Kemarin-kemarin juga menjadi hal yang paling menyakitkan bagi Vano, ketika gadisnya datang dan memergokinya sedang memeluk bahu Luna sambil bermain piano. Demi Tuhan, kejadiannya tidak seperti itu. Sebenarnya Vano hendak mengikat rambut Luna, tetapi suara berisik di luar kamarnya membuat Vano tidak sadar lalu meletakkan tangannya begitu saja di bahu Luna. Ketika gadisnya itu melihatnya dengan wajah shock, demi apa pun Vano ingin
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


