Kemah setelah Ujian Nasional di Puncak, menjadi ajang mengistirahatkan otak dan juga acara perpisahan kelas dua belas. Suasana yang begitu asri serta suhu dingin Kota Bogor, membuat mereka begitu bersemangat. Tenda anak perempuan di timur dan anak laki-laki sebelah barat. Sekat mereka dibatasi oleh lahan berumput luas yang akan dipakai untuk acara api unggun. Acara malam inia, Jingga jadi Cinderella. Demi kelasnya. Dan yang paling ia tidak sukai, sang pangerannya adalah Dion. Wajah Dion yang datar sangat mengganggu konsentrasi. Boro-boro hafal dialog, yang ada buyar semua. Tuhan memang sedang mengujinya. “....Pada suatu hari, hiduplah seorang gadis cantik bernama Ella. Ia mempunyai ibu tiri dan dua saudari tiri yang sangat jahat.” Jingga langsung berakting setelah mendengar temannya

