Keadaan sekolah yang sepi karena kelas 12 tidak pernah ke sekolah lagi, seketika menjadi ramai karena Leo datang ke sekolah dan seluruh adik kelas yang mengaku fans dirinya, berteriak heboh bahkan sampai ada yang pingsan dan harus dibawa ke UKS. Melihat pemandangan itu, Jingga mendengus geli. Kalau tahu akan semerepotkan ini, Jingga memilih tidak jadi menemani Leo ke sekolah. “Gimana lo sama Vano?” Leo bertanya setelah mereka duduk di kantin. Meja pojok, as always. Jingga mendengus tetapi sedetik kemudian tersenyum. “Kita sama-sama lagi.” Leo tak berkomentar lagi karena fokus pada ponselnya. Hanya beberapa detik Leo diam, ia malah bersuara lagi. “Ngomong-ngomong, gimana rasanya jatuh ke jurang?” Jingga menatap bingung b******n t***l di hadapannya ini. Apa katanya? Bagaimana rasanya?

